Terima Kasih telah berkunjung

Jangan lupa kasih comment yah... :)

Selasa, 25 Desember 2012

Materi PKL Dexa Medica
Silahkan download : disini
SOLUSI UANG TIDAK KELUAR SAAT TRANSAKSI DI ATM

Abstract :

Some of you must have experienced problems when conducting transactions cash withdrawal at
an ATM (Automated Teller Machine) where the transaction was approved by the ATM machine
but the money does not come out and actually cut off your balance. This of course makes us
uneasy, especially if nominal withdrawal transaction is large enough. Cause the money is not out
of the ATM machine, which can be caused by interference with the ATM machine or a
communication breakdown between the ATM machine or server system located in the Central
Office.

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PRODUKSI UNTUK MENUNJANG AUTOMASI INDUSTRI

Abstract :

The technology of information system for production management to support industrial
automation is reviewed as a basis to develop a framework for its implementation.

Jumat, 21 Desember 2012

Kamis, 20 Desember 2012

Senin, 26 November 2012

Dampak Sistem Informasi Terhadap Organisasi dan Sosial 


ABSTRACT
Sistem Informasi saat ini sangat dominan dalam kehidupan sehari-hari, perilaku manusia pun ikut berubah mengikuti perkembangan teknologi tersebut. Adapun hal tersebut berdampak luas dalam kebiasaan, dampak positif yang paling ditunjukkan adalah kemudahan berkomunikasi dan dampak negative yang terlihat jelas menurunnya performa atau kinerja seseorang dalam melakukan kegiatan. Dari sisi sosial sendiri dampak positif yang terlihat bertambahnya jumlah relasi dan dampak negatifnya interaksi social secara langsung menjadi sedikit beban bagi mereka yang tidak terbiasa. Jurnal ini meneliti dampak-dampak tersebut dan konsekuensinya terhadap organisasi dan social. Kesimpulan yang dapat ditarik, bahwa teknologi saat ini masih kurang mendapat perhatian dan penjelasan sehingga rata-rata manusia larut dalam kecanggihan teknologi tersebut.
Kata Kunci : Sistem Informasi, Organisasi, Sosial

Download : disini

Minggu, 25 November 2012


KEPUTUSAN STRATEGI PT. INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR, TBK.

Artikel ini memuat ulasan secara singkat mengenai keputusan strategis yang dapat dilakukan oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk. Artikel ini bersifat akademis dan dapat digunakan sebagai bahan referensi. Untuk lebih lanjut silahkan mendownload file tersebut disini :

Sabtu, 24 November 2012

JAKARTA ITU KERAS



Copy from : Rosekes8

COMPARISON OF FINANCIAL PERFORMANCE IN INDONESIA STOCK EXCHANGE, TOKYO STOCK EXCHANGE AND THE SECURITIES EXCHANGE SOUTH KOREA PERIOD 2004-2008
ABSTRACT

This study aims to determine how the comparison of financial performance of the Indonesia Stock Exchange, Tokyo Stock Exchange and the Securities Exchange of South Korea 2004-2008 period using liquidity ratios, solvency and profitability.
The results showed that the Korea Stock Exchange Tokyo Stock Exchange be an of the most stable financial performance followed the Indonesia Stock Exchange and the Securities Exchange South Korea. Indonesia Stock Exchange superior liquidity ratios, leading South Korean Stock Exchange on profitability ratios while the Tokyo Stock Exchange ahead of its solvency ratio. Trend Tokyo Stock Exchange are to be more positive than the Indonesia Stock Exchange and the Securities Exchange South Korea.

Keywords: liquidity ratios, solvency ratios, profitability ratios, trends


Download : disini
ANALISIS RETURN DAN RISK PADA SAHAM SEKTOR PERBANKAN (BBCA, BDMN, BBNI )
 PERIODE JANUARI 2006 - JUNI 2007




Tabel Perhitungan Return dan Risk Saham BBCA, BDMN dan BBNI
PERIODE  BBCA  RETURN  BDMN   RETURN   BBNI   RETURN 
Jan-06 3.625 0,000 4.650 0,000 1.300 0,000
Feb-06 3.600 0,007 4.275 0,081 1.230 0,054
Mar-06 4.175 0,160 4.800 0,123 1.280 0,041
Apr-06 4.375 0,048 5.150 0,073 1.360 0,063
Mei-06 4.100 0,063 4.600 0,107 1.220 0,103
Jun-06 4.100 0,000 3.975 0,136 1.130 0,074
Jul-06 4.175 0,018 4.250 0,069 1.100 0,027
Agust-06 4.550 0,090 4.900 0,153 1.310 0,191
Sep-06 4.825 0,060 5.300 0,082 2.375 0,813
Okt-06 4.650 0,036 5.950 0,123 2.375 0,000
Nop-06 5.300 0,140 6.250 0,050 1.980 0,166
Des-06 5.200 0,019 6.750 0,080 1.870 0,056
Jan-07 5.100 0,019 5.900 0,126 1.820 0,027
Feb-07 4.925 0,034 5.750 0,025 1.750 0,038
Mar-07 5.100 0,036 6.550 0,139 1.760 0,006
Apr-07 5.300 0,039 6.450 0,015 2.200 0,250
Mei-07 5.250 0,009 7.000 0,085 2.500 0,136
Jun-07 5.450 0,038 6.900 0,014 2.475 0,010
E(Ri) = 2,45% 2,63% 5,25%
(metode rata-rata)
Risk = 5,95% 9,29% 21,52%
(metode rata-rata)
Analisis Return dan Risk BBCA :
Peningkatan return dari Januari 2006 sebesar 3.625 ke level 5.450 pada Juni 2007, 
dapat diakibatkan oleh peningkatan EPS, dividen, ROI, ROE dan juga laba setelah pajak
dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2007. EPS meningkat dari level 260 pada tahun 
2005 naik ke level 292 pada tahun 2006 dan kembali meningkat pada tahun 2007.
Sedangkan ROI dan ROE juga mengalami peningkatan pada tahun 2006 dan 2007, ROI 
dari level 2,14% pada tahun 2005 menjadi 2,40% pada tahun 2006 dan 2007. ROE dari 
level 22,95% pada tahun 2005 ke level 22,70 dan 23,48 masing-masing pada tahun
2006 dan 2007.
Selain performa dari tahun ke tahun. Bank BCA sendiri merupakan salah satu bank yang
sudah lama beroperasi sejak tahun 1957. Tahun 2007 merupakan tahun krisis bagi dunia
perbankan Indonesia, dimana akhirnya BCA diambil alih oleh Indonesian Banking 
Restructuring Agency pada tahun 2008 dan dapat membawa BCA bangkit dari krisis.
Faktor ini juga merupakan faktor yang membuat para investor tetap yakin akan performa
saham BCA yang terbit pertama kali pada tahun 2000. Saat ini 51,15% saham dimiliki oleh 
Farindo Investment (Mauritius) Ltd., 1,76% saham dimiliki oleh Anthony Salim, 0,37%
saham dimiliki oleh PT. Bank Central Asia, Tbk dan sisanya 46,72% dimiliki oleh publik 
baik investor yang melakukan investasi jangka panjang maupun jangka pendek.
Analisis Return dan Risk BDMN :
Sama halnya dengan Bank BCA kinerja saham Bank Danamon juga meningkat dari 
Januari 2006 pada level 4,650 ke level 6,900 pada Juni 2007. Cukup drastis peningkatan 
yang terjadi, hal ini juga disebabkan karena kinerja keuangan Bank Danamon yang juga
meningkat dr tahun 2005 hingga tahun 2007.
Analisis Return dan Risk BDMN :
Bank BNI juga mengalami peningkatan harga saham, tapi tidak seperti Bank BCA dan
Bank Danamon yang meningkat pada kisaran > 2000. Dari hasil analisis return dan risk
Bank BNI memiliki return yang lebih besar dibanding Bank BCA dan Danamon. Akan tetapi,
risk yang dimiliki saham BNI juga sangat tinggi.
Kesimpulan :
Untuk pengoptimalan portofolio saham, sebaiknya investor lebih merujuk pada kombinasi 
antara saham Bank BCA dan Bank Danamon, karena return yang cukup stabil dan risk 
juga lebih minimal dibandingkan saham Bank BNI.